PERANAN ORANG TUA DALAM MEMBIMBING ANAK USIA 7 – 12 TAHUN MELAKSANAKAN IBADAH SHALAT

,

DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL.............................................................................................. i
DAFTAR ISI......................................................................................................... ii
KATA PENGANTAR.......................................................................................... iii
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah................................................................................ 1
B. Identifikasi Masalah....................................................................................... 4
C. Rumusan Masalah......................................................................................... 5
D. Hipotesis....................................................................................................... 5
E. Tujuan dan Kegunaan Penelitian.................................................................... 5
F. Metode yang Dipakai.................................................................................... 6
KESIMPULAN SARAN DAN PENUTUP
A. Kesimpulan .................................................................................................. 7
B. Saran............................................................................................................ 7
C. Penutup........................................................................................................ 8
DAFTAR PUSTAKA..............................................................................................


PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Telah dimaklumi bahwa orang tua memiliki kewajiban untuk memberikan bimbingan terhadap anak-anaknya dalam bidang keagamaan khususnya dalam masalah bimbingan ibadah shalat, karena shalat adalah kewajiban bagi setiap umat islam.
Dengan demikian dapat dipahami bahwa setiap orang tua sudah seharusnya dapat menjalankan tugas dan kewajibanya dengan baik dalam membimbing ibadah shalat anaknya supaya tumbuh menjadi muslim yang sejati, yang taat kepada Allah dan usaha yang dilakukan oleh orang tua itu sangat berpengaruh pada keagamaan anak.
Ibadah shalat merupakan fardu ‘ain yang artinya setiap orang tua yang telah baligh dan berakal sehat memiliki kewajiban untuk menegakkanibadah shalat. Pada dasarnya kewajiban shalat itu difardhukan atas orang-orang yang telah baligh,namun sejak anak umur 7 tahun harus dilatih untuk menjalankan ibadah shalat, sebagaimana dikemukakan dalam sebuah hadist yang artinya:
Dan Amru bin Syaib dari ayahnya dari kakanya berata bahwa Rasulullah SAW bersabda: suruhlah anak-anakmu shalat pada waktu mereka berumur 7 tahun dan pukulah mereka pada waktu berumur 10 tahun (jika tidak mau shalat) dan pisahkanlah mereka dari kamar tidurnya (HR. Abu Daud)
Berdasarkan hadist tersebut maka jelaslah bahwa anak-anak sejak umur 7 tahun harus dilatih dan dibiasakan untuk menjalankan ibadah shalat bahkan harus mulai dididik dengan keras (memukul mereka) jika telah sampai usia 10 tahun namun anak belum mau melaksanakan ibadah shalat.
Dalam memberikan ibadah shalat terhadap anak tersebut maka orang tua memiliki kewajiban untuk menjalankan peranannya di dalam membimbing pelaksanaan ibadah shalat pada anak agar kelak menjadi orang yang senantiasa memelihara shalatnya dengan baik.
Peranan orang tua terhadap bimbingan ibadah shalat pada anak tersebut adalah orang tua harus menjalankan usahanya untuk mendidik dan membiasakan penamalan ibadah shalat terhadap diri anak. Selain itu unsur-unsur usaha tersebut dapat dilakukan dengan cara :
1. Mengajarkan bacaan dan gerakan shalat
2. Menyuruh anak melaksanakan shalat
3. Menunjukan tujuan dan hikmah shalat
4. Menasehati anak supaya rajin shalat
5. Menghukum anak jika malas shalat
6. Memberikan hadiah jika anak rajin shalat
Cara-cara tersebut harus ditempuh oleh orang tua agar dalam memberikan bimbingan yang dilakukan tersebut dapat berhasil dengan baik.
Berkaitan dengan hal tersebut maka penulis ingin meneliti tentang usaha orang tua dalam melaksanakan bimbingan ibadah shalat bagi anak di RT.20/RW.07 kelurahan tejosari. Dijelaskan bahwa : ” masyarakat kelurahan inimayoritas beragama islam dan pada umumnya juga rajin dan taat dalam menjalankan kewajiban agamanya termasuk dalam menjalankan shalat lima waktu “.
Dari salah seorang tokoh agama yaitu ustad Abdullah telah memberikan penjelasan bahwa “ dilihat dari segi orang tuanya maka sebagai penduduk yang mayoritas beragama islam juga taat dalam menjalankan ibadah shalat, namun anak-anak memang rata-rata dari segi ibadahnya masih kurang sepert, kurang rajin belajar mengaji dan kurang rajin shalat berjamaah di masjid atau mushola dan pada waktu magrib masih banyak diantara anak-anak yang lebih suka bermain-mai, dimana hal ini cukup memprihatinkan dan perlu segera dibina lebih lanjut terutama ditingkatkan usaha orang tua dalam membimbing ibadah anak shalat pada anak, karena melalui bimbingan merekalah anak-anak akan berubah menjadi lebih baik.
Selanjutnya dari hasil wawancara dengan salah satu orang tua maka diperoleh keterangan bahwa : “ kami sebagai orang tua telah mengusahakan untuk membimbing ibadah shalat pada anak, dengan menasehatinya, menyuruh pergi kemasjid atau mushola, belajar agama disekolah, mengaji dirumah dan sebagainya namun anak-anak sekarang ini banyak yang membandel, sehingga untuk mengharapkan hasil yang baik sulit untuk dicapai”.
Berdasarkan keterangan tersebut maka jelaslah bahwa pada umumnya orang tua memang telah berusaha untuk membimbing ibadah shalat pada anak, namun dari segi kondisi anak-anak ternyata masih banyak yang kurang memenuhi dan kurang menyadari untuk melaksanakan ibadah shalat sehari-hari dengan baik, sehingga perlu diteliti lebih lanjut sebab-sebab
Adapun hasil pra survey yang dilakukan terhadap 10 orang tua maka dapat diperoleh data sebagai berikut:
Tabel I
Pra survey usaha orang tua dalam melaksanakan ibadah
shalat pada anak di RT.20/RW.07 kelurahan tejosari.
NO
PERIHAL
KRITERIA
TOTAL
SELALU
KADANG-KADANG
TIDAK PERNAH
1
Mengajari anak bacaan dan gerakan shalat
6
3
1
10
2
Menyuruh anak melaksanakan shalat
7
2
1
10
3
Menasehati anak supaya rajin shalat
8
2
-
10
4
Melengkapi alat-alat untuk shalat
6
4
-
10
5
Menunjukan rujukan dan hikmah shalat
8
1
1
10
6
Memberikan hadiah jika anak rajin shalat
7
2
1
10
Persentase
70%
23,33%
66,67%
100%
Sumber : angket prasurvey terhadap 10 orangtua tanggal 1 oktober 2010
Berdasarkan pada tabel di atas dapat di pahami bahwa para orang tua telah berusaha untuk memberikan bimbingan dan pembinaan ibadah shalat kepada anak-anaknya dengan harapan akan dapat mewujudkananak yang rajin beribadah shalat dalam kehidupan sehari-hari, namun dilihat dari kondisi anak-anak ternyata ibadah shalatnya masih banyak yag kurang rajin dalam melaksanakan ibadah shalatnya. Sebagaimana dari hasil angket prasurvey terhadap 10 orang anak tentang pelaksanaan ibadah shalat sebagai berikut:
Tabel 2
Pelaksanaan ibadah shalat pada anak di RT.20/RW.07 dikelurahan tejosari
NO
PENGAMATAN IBADAH SHALAT
JUMLAH
PERSENTASE
1
RAJIN
2
20%
2
KURANG RAJIN
4
40%
3
TIDAK RAJIN
4
40%
JUMLAH
10
100%
Sumber : hasil angket prasurvey terhadap 10 orang tua
Kriteria :
· Rajin = Selalu melaksanakan shalat
· Kurang rajin = Kadang-kadang melaksanakan shalat
· Tidak rajin = Jarang sekali melaksanakan shalat
Berdasarkan pada tabel di atas maka dapat diketahui bahwa anak-anak ternyata masih banyak kurang rajin menjalankan ibadah shalat.
B. Identifikasi masalah
Secara konkrit masalah yang dapat di identifikasikan adalah sebagai berikut:
1. Masalah peranan orang tua dalam membimbing anak dalam melaksanakan ibadah shalat.
2. Masalah pelaksanaan ibadah shalat anak usia 7-12 tahun
3. Masalah keberhasilan orangtua membimbing anak dalam melaksanakan “ibadah shalat”
C. Rumusan Masalah
Berdasarkan pada uraian latar belakang masalah tersebut diatas maka selanjutnya penulis merumuskan masalah penelitian ini sebagai berikut:
“Bagaimana peranan orang tua dalam membimbing anak melaksanakan ibadah shalat di RT 20 / RW 07 kelurahan Tejosari kecamatan Metro Timur Kota Metro?”
D. Hipotesis
Hipotesis merupakan dugaan yang mungkin benar dan mungkin juga salah, sebagaimana dikemukakan oleh Sutrisno Hadi bahwa “hipotesis adalah dugaan yang mungkin benar atau salah. Dia akan ditolak jika salah atau palsu dan akan diterima jika fakta-fakta membenarkannya.”
Dapat dipahami bahwa dalam upaya membimbing anak dalam lingkungan keluarga orang tua sering terhalang oleh faktor kurangnya keaktifan dan kerajinan anak terhadap bimbingan orang tua dan kondisi pengaruh lingkungan atau teman bergaul anak terkadang membuat bimbingan orang tua dalam keluarga tidak efektif.
Dengan demikian penulis mengajukan hipotesis dalam penulisan ini sebagai berikut:
“Peranan orangtua dalam memberikan bimbingan pelaksanaan ibadah shalat pada anak dilaksanakan dengan meningkatkan perhatian anak-anak dalam mengikuti bimbingan shalat oleh orang tuanya dan menciptakan kondisi lingkungan yang kondusif dalam bidang keagamaan.”
E. Tujuan dan Kegunaan Penelitian
1. Tujuan
a. Untuk mengetahui peranan orang tua dalam memberikan bimbingan ibadah shalat pada anak di RT 20 / RW 07 Kelurahan Tejosari.
b. Untuk mengetahui faktor-faktor penyebab kurang berhasilnya bmbingan ibadah shalat di RT 20 / RW 07 Kelurahan Tejosari.
2. Kegunaan penelitian
a. Sebagai upaya untuk menyumbangkan pemikiran dalam rangka meningkatkan perum perhubungan terhadap anak untuk menjalankan ibadah shalat
b. Sebagai sumber informasi aktual tentang proses pemberian bimbingan ibadah shalat pada anak.
F. Metode yang dipakai
1. Metode pengumpulan data
a. Metode interview
Metode interview adalah proses pengumpulan data dengan cara mengadakan tanya jawab dengan orang yang dapat memberikan keterangan yang diperlukan
b. Metode observasi
Metode observasi adalah pengamatan dan pencatatan dengan sistematik fenomen-fenomen yang diselidiki
Jenis observasi yang digunakan adalah observasi partisipan yaitu pengamatan dimana peneliti tidak mengambil bagian secara penuh dari aktivitas objek yang diteliti
Adapun hal-hal yang di observasi adalah kondisi sarana dan prasarana ibadah, keaktifan anak belajar mengajar serta lingkungan keagamaan umumnya.

0 komentar to “PERANAN ORANG TUA DALAM MEMBIMBING ANAK USIA 7 – 12 TAHUN MELAKSANAKAN IBADAH SHALAT”

 

BYTES COMPUTER FILES Copyright © 2011 | Template design by Marlboro Boym | Powered by Blogger Templates